Lima Tips Mencegah Hoax di Tengah Wabah Corona

Modernisasi membawa perubahan kompleks kehidupan masyarakat. Salah satunya aspek informasi dan komunikasi yang beriringan dengan mode interaksi dan relasi sosial. Teknologi media atau elektronik berkembang dan menjadi salah satu kebutuhan penting sebagai sarana interaksi juga sarana untuk memperoleh informasi dan kebutuhan lainnya.
Namun sayangnya, kemajuan sarana teknologi informasi dan komunikasi tersebut, masih saja digunakan pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menyebar informasi hoax (kabar bohong) yang membuat resah masyarakat, termasuk saat adanya wabah pandemi Corona Virus Disseas (Covid-19) seperti sekarang ini.
DR. Ahmad Faqihudin, S.Ag. S.Pd. M.PdI Dosen Fakultas Sosial Hukum Unusia

Demikian diungkapkan Dosen Fakultas Sosial Hukum Unusia DR. Ahmad Faqihudin, S.Ag. S.Pd. M.PdI saat diwawancarai media ini. Meyikapi kondisi tersebut, pria yang juga menjadi Dosen STAI Al-Aulia Bogor ini membagikan 5 (lima) tips atau cara mencegah informasi hoax. “Kelima tips itu adalah selektifitas dan validitas (tabayun) dalam menerima berita, Bersifat paket hati, lisan dan perbuatan yang sama, Dua telinga satu mulut, Dua tangan satu mulut dan Tutup sampai disini.” Ujar Ustad Faqih, sapaan akrabnya, Selasa (14/4/2020).

Dia memaparkan, tips pertama adalah setiap orang dapat selektif dalam menerima informasi dengan cara mencari tahu darimana dan dari siapa sebuah kabar didapat. “Lalu melakukan klarifikasi informasi tersebut kepada lebih dari 3 orang, agar menemukan titik terang informasi yang sebenarnya,” ungkap ustad Faqih.
Selanjutnya tips Kedua, sambung Faqih, seseorang yang mendapatkan informasi, lalu memberitahukan kepada khalayak/orang lain, sepatutnya bisa menjadi suri tauladan atau contoh yang baik bagi masyarakat. “Jadi orang itu memahami, melaksanakan dan mematuhi apapun yang diinformasikannya tersebut, minimal dari diri sendiri dan orang – orang disekitarnya,” paparnya.
Ahmad Faqih melanjutkan, tips yang ketiga dua telinga satu mulut dimaksudkan agar setiap orang sebaiknya mendengarkan sebuah informasi dari beberapa sisi berita. “Bukan hanya dari satu sisi, lalu disebarkan. Seharusnya dengar dari berbagai sisi lalu diramu dan ketika sudah mendapatkan fakta, baru dikeluarkan lewat kalimat yang tidak multi tafsir dan mudah dicerna oleh masyarakat,” bebernya.
Sementara tips Keempat, lanjutnya, seseorang akan lebih ideal jika menerima informasi/kabar hanya dibuat sebagai konsumsi diri sendiri tanpa perlu menyebarkannya kembali kepada orang lain. “Karena setiap apa yang kita sampaikan belum tentu berdampak baik buat yang mendengar/memerima berita tersebut,” imbuh Ketua Syuriah MWC NU Ciseeng ini
Ustad Faqih menambahkan, tips kelima dan terakhir mencegah hoax atau berita bohong adalah, dengan memutus atau menutup informasi yang didapat tanpa menyebarkan ulang kepada oranglain, terlebih jika informasi tersebut tidak bermanfaat. “Biarkan setiap informasi itu hanya ada di kita. Biarkan pula informasi hanya disebarkan oleh pihak – pihak yang mempunyai kompetensi dan keahlian atau pihak yang memiliki wewenang dalam bidangnya masing – masing. Agar kehidupan komunikasi berjalan informatif, edukatif dan konstruktif.” Pungkasnya.(Mjf)

Leave a comment

https://www.amazon.com/dp/B0859R52SJ 
WhatsApp us